Duhai para suami…

Tak perduli seberapa besar income kita, sebutlah milyaran pertahun…

Tak perduli seberapa tinggi jabatan kita, di sebuaah perusahaan multinasional terkemuka…

Tak perduli seberapa banyak mulut memuja dan membanggakan kita…

Tak perduli seberapa riuh tepuk tangan mengagumi kita…

Tak perduli seberapa hebat relasi dan komunitas kita..

Hidup serasa neraka, jika mengetahui istri memiliki pria idaman lain…

Hidup serasa neraka, jika pulang ke rumah justru disambut oleh amarah pasangan…

Hidup serasa neraka, jika setiap hari terjadi perang dingin dengan pasangan…

Hidup terasa neraka, jika terjadi kekerasan fisik dan psikis dalam rumah..

Hidup terasa neraka, jika mengetahui anak ternyata terlibat tawuran, seks bebas dan narkoba

 

Namun..

Selelah apapun diri mencari nafkah di luar..

Selelah apapun diri membangun bisnis..

Selelah apapun hati setelah ditipu rekan bisnis..

Selelah apapun hati setelah dimarahi atasan..

Selelah apapun menghadapi ganas dan kerasnya persaingan  di “dunia luar” sana..

Ketika datang kerumah, disambut istri yang menenangkan hati..

Yang telah menyambut dengan segelas minuman hangat dan menyediakan air mandi..

Di iringi dengan lucunya suara anak menyambut  “papa..papa.. , sambil memeluk kaki..

Didampingi dengan bidadari dunia, dan anak yang menyenangkan hati..

 

Aaah.. rasanya kembali REFRESH dan RECHARGE hati dan diri ini..

Rumah tangga bagaikan surga..

 

 

Duhai para istri..

Tak  perduli seberapa hebat prestasi kita di luar rumah..

Tak perduli seberapa besar penghasilan untuk membangun keuangan keluarga..

Tak perduli seberapa tangguh kita mengurus pekerjaan rumah sendirian..

Tak perduli seberapa  banyak waktu yang dihabiskan untuk mengurus anak sendirian..

Tak perduli seberapa  kuat kita memedam emosi negatif dalam diri..

Hidup serasa neraka , jika mengetahui suami memiliki wanita idaman lain..

Hidup serasa neraka, jika di rumah di isi dengan pertengkaran dan perdebatan..

Hidup serasa neraka, jika setiap hari tak ada waktu curhat dengan pasangan..

Hidup serasa di neraka, jika mengalami kekerasan fisik dan psikis di dalam rumah..

Hidup serasa neraka, jika akhirnya anak menjadi korban ketidak harmonisan pernikahan..

 

Namun..

Selelah apa pun diri ikut bekerja memenuhi kebutuhan keluarga..

Selelah apa pun diri mengurus pekerjaan rumah dari pagi hingga petang..

Selelah apa pun hati merasa sesekali lelah dan berkeluh kesah…

Selelah apa pun hati saat menghadapi kerewelan anak..

Selelah apa pun menghadapi rutinitas harian yang berkutat itu – itu saja..

Ketika berada di rumah, bertemu suami yang selalu menenangkan hati…

Yang selalu memberikan pujian menyemangati diri, juga menyediakan telingan untuk mendengar curahan perasaan hati..

Ditambah tingkah lucu anak yang selalu berkembang dari hari ke hari…

Didampingi imam yang mengayomi dan anak yang menyenangkan hati…

Assh… rasanya kembali REFRESH,  kembali  RECHARGE hati dan diri ini…

Rumah bagaikan surga…

 

Duhai para suami dan istri…

Ternyata…

Tuhan telah izinkan kehadiran surga dan neraka dalam rumah

Tinggal kita, hamba-Nya, memilih mana yang akan kita hadirkan dalam rumah kita…