Zinc adalah mikronutrien yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, terutama anak-anak. Zinc melindungi selaput sel dari kerusakan oksidatif dan menstabilkan struktur protein sel. Zinc protein mengikat DNA dan membantu gen memerintahkan sel-sel tentang apa yang harus dilakukan.

Pada saat kita mengalami diare, zinc yang kita keluarkan dalam jumlah yang cukup banyak, dengan demikian penderita diare rentan akan kekurangan zinc

Oleh sebab itu pada saat diare, zinc dalam tubuh harus diganti untuk mencegah defisiensi pada penderita.  Zinc telah terbukti menurunkan frekuansi dan keparahan diare, serta mencegah kekambuhan diare selama 2-3 bulan mendatang. Berdasarkan Alasan inilah sangat direkomendasikan pemberian zinc pada saat  diare.

Sumber Makanan yang Kaya Zinc

Beberapa makanan yang kaya akan kandungan zinc termasuk diantaranya adalah daging merah, daging unggas, kepiting, lobster, kacang tanah, kacang panjang, susu, yogurt, keju, roti gandum, dan sereal sarapan yang dilengkapi zinc

Makanan dengan kandungan zinc tertinggi adalah tiram, satu porsi (sekitar 6 tiram) memiliki kandungan zinc 76,7 mg.

Tingkat asupan zinc paling tinggi yang masih dapat ditoleransi untuk orang dewasa adalah 40 mg, sehingga disarankan untuk tidak makan lebih dari 3 tiram per hari.

Dosis zinc yang dianjurkan pada anak

Usia 0 – 6 bulan : 10mg/hari

Usia lebih dari 6 bulan : 10mg/hari

Zinc ini harus tetap diberikan selama  10 hari, meskipun diare sudah selesai.

Tablet zinc sangat mudah larut dan rasanya pun tidak pahit, karena mudah larut, maka pemberian zinc dapat dicampurkan  dengan 1 sendok air, oralit atau ASI, untuk anak yang sudah besar pemberian zinc bisa langsung dikunyah.

Zinc tidak dapat mencegah dehidrasi, jadi tidak dapat menaggilangi kegawat daruratan pada diare. Terapi utama untuk mencegah kematian adalah terapi rehidrasi oral atau dengan menggunaka oralit